Kelompok Perempuan Tani Dibentuk

GROBOGAN, suaramerdeka.com – Kelompok generasi muda tani dan petani perempuan mulai di bentuk di Kecamatan Penawangan dan Godong, sejak awal Maret lalu. Pembentukan ini merupakan bagian dari proyek Echo Green yang dikoordinatori Yayasan Penabulu.

Proyek Echo Green merupakan program untuk mempromosikan inisiatif ekonomi hijau pada perempuan dan pemuda petani di sektor pertanian berkelanjutan di Indonesia. Dengan didanai Uni Eropa senilai 950 ribu euro atau senilai Rp 16,6 miliyar, program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian.

‘’Selain sektor ketahanan pangan, program ini juga diharapkan dapat memberikan kesempatan kerja yang layak dan menumbuhkan ekonomi secara inklusif. Ini sebagai upaya mendukung capaian tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” kata National Project Manager (NPM) Echo Green Dida Swarida, Sabtu, 20 Maret 2021.

Dida menjelaskan, Kabupaten Grobogan merupakan salah satu dari tiga kabupaten yang menjadi tempat kegiatan Echo Green. Dua lainnya, yakni Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat dan Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Total, ada 100 desa dan delapan kecamatan di tiga kabupaten itu.

Untuk memudahkan jalannya, kegiatan, pihaknya sudah mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah maupun organisasi masyarakat setempat. Saat ini, Echo Green telah berjalan selama satu tahun.

Kegiatan dimulai dari penyusunan peta rencana wilayah dan ruang desa secara partisipatif. Dalam bergerak, mereka melibatkan peran serta perempuan dan generasi muda desa setempat. Kini, Echo Green telah memasuki fase tahun kedua, yakni pembentukan kelompok generasi muda tani dan petani perempuan.

‘’Pembentukan kelompok generasi muda tani dan petani perempuan ini melalui koordinasi dan kolaborasi antarpemerintah desa. Di samping itu, kami juga melakukan identifikasi tokoh-tokoh kunci untuk menjadi bagian kelompok agar tujuan kegiatan bisa tercapai sesuai rencana,” ujarnya.

Pihaknya berharap, dengan pembentukan kelompok ini akan muncul kader muda dan perempuan yang dapat berpartisipasi dan mendukung pembangunan di sektor pertanian berkelanjutan.

 

Sumber: E-Paper Suara Merdeka Edisi Senin, 22 Maret 2021