SARJANA TEKNIK JADI PETANI MUDA NYENTRIK

Desa Sapit, dikenal sebagai salah satu desa wisata di Lombok timur. Promoting Green Economic Initiatives by Women and Youth Farmer in the Sustainable Agriculture Sector in Indonesia (ECHO Green) yang dibiayai Uni Eropa (Januari 2020 sd Desember 2022) telah membuka peluang dan ruang lain bagi seorang Abdurrahman Wahid (30 tahun) yang biasa dipanggil Maman, seorang sarjana tekhnik yang sejak tahun 2015 telah memutuskan terjun ke sektor pertanian terutama komoditas kopi setalah mengikuti ToT perencanaan tata ruang dan tata guna lahan desa. Maman telah ikut berkontribusi membangun desanya sebagai kader desa dalam tim pemetaan desa sehingga potensi, tantangan dan permasalahan yang dihadapi desa khususnya di sektor pertanian dapat dipetakan dan menjadi dokumen yang dapat digunakan untuk pembangunan pertanian berkelanjutan di desanya.

Hasil dari pemetaan Tata Ruang dan Tata Guna Lahan menyadarkannya bahwa desanya tidak hanya kuat di area wisatanya dan memiliki hasil unggulan kopi yang baik tetapi banyak potensi lain yang bisa dikembangkan oleh pemuda dan perempuan di desanya.

“Bersama ECHO Green di Lombok Timur, kegiatan pemetaan ini sangat membantu saya dalam mengembangkan ilmu teknik yang sudah lama saya tidak gunakan,
beberapa ilmu (teknik sipil) yang dapat dikembangkan dalam kegiatan pemetaan sehingga dapat membantu masyarakat di desa saya” – Abdurrahman Wahid, Desa Sapit, Lombok Timur, NTB.